JENDELA RUMAH SAKIT

Cerita ini pernah gue ceritain waktu gue dihukum dikelas teh rinrin waktu tingkat 2,,waktu itu gue telat dan disuruh ngasih motivasi di depan kelas dan gue nyeritain cerita ini,,,

Hidup adalah bagaimana cara kita memandang dan memahami kehidupan ini. Kebahagiaan terletak pada perspektif kita terhadap kehidupan ini.
Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya bernama malik, dia menderita suatu penyakit yang mengharuskan duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.
Sedangkan pria yang lain bernama ridwan harus berbaring lurus di atas punggungnya, pria ini menderita lumpuh dan sehari-hari dia hanya berbaring di tempat tidurnya, dia sungguh sangat merasa bosan karena setiap waktu yang dilihatnya hanya cat putih rumah sakit, rasanya ingin mati saja,kata-kata itu sering terucap dari mulutnya.
Tapi semenjak adanya malik, keadaan menjadi lebih baik. Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.
Setiap sore, ketika malik yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada ridwan rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, ridwan merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indah semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.
“Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.”
Malik menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan ridwan berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaanya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.
Pada suatu sore yang lain, Malik menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski ridwan tidak dapat melihatnya, tapi melalui pandangan mata malik yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah, semua terasa menjadi sangat nyata.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.
Hingga pagi yang tidak biasa itu datang, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata malik yang tempat tidurnya didekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah.
Ridwan benar-benar sangat sedih, orang yang selama ini membangkitkan semangatnya kembali untuk hidup ternyata telah meninggal, ridwan hanya bisa berdoa semoga malik mendapat tempat terbaik disana.
Kemudian pada suatu sore, ridwan memaksa perawat untuk dibantu agar bisa melihat sendiri indahnya pemandangan dari jendela seperti yang diceritakan malik. Dengan perlahan dan kesakitan, ridwan memaksakan dirinya untuk bangun dibantu perawat. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahaan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG !!!
Ia sungguh kaget dan menanyakan kepada perawat apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang BUTA dan tidak bisa melihat tembok sekalipun. Ia hanya ingin memberimu semangat hidup, kata perawat itu.

Sungguh indah ketika kita selalu bisa memberikan semangat dan berbagi kebahagiaan bahkan hingga saat-saat terakhir.

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar