STRATEGI BRANDING

aaaaaaaa

Merek yang kuat adalah yang memiliki posisi kuat. Pembentukan posisi yang kuat dimulai dengan menganalisis situasi untuk mengetahui posisi merek-merek pesaing dan posisi merek saat ini. Setelah itu perusahaan perlu merancang identitas merek, yaitu posisi merek yang diinginkan, dan kemudian mengkomunikasikannya melalui proses brand positioning. Hasilnya adalah posisi merek.

Empat pilihan strategi merek yaitu:

1. Merek baru (new brand), yaitu menggunakan merek baru untuk kategori produk baru.

2. Perluasan lini (line extension), yaitu menggunakan merek lama untuk produk lama.

3. Perluasan merek (brand extension), yaitu menggunakan merek yang sudah ada untuk produk baru, atau strategi menjadikan semua produk memiliki merek yang sama.

4. Multi-merek (multibrand), yaitu menggunakan merek baru untuk kategori produk lama. Dalam pendekatan ini produknya sama, tetapi mereknya berbeda sehingga sebuah perusahaan bisa memiliki beberapa merek untuk produk yang sama.

Langkah awal dari sebuah merek supaya menjadi super adalah mendapatkan kepercayaan dari konsumen terhadap merek. Dan tidak ada jalan lain untuk mendapatkan kepercayaan dari konsumen selain daripada lolos dan teruji di pasar. Supaya merek menjadi superior atau bahkan menjadi market leader di pasar, masih banyak hal-hal lain yang harus dibenahi dan dikerjakan. Seperti dari segi konsep, inovasi, strategi marketing, advertising dan persepsi tentang produk  yang harus melekat dibenak konsumen sehingga memiliki bonding yang sangat kuat. Artinya, konsumen sangat percaya terhadap produk, dan berarti 99% dari merek yang kita miliki di persepsikan sebagai atribut bukan fisik. Beberapa hal yang dapat dijadikan tolak ukur sebuah produk / merek yang superior adalah : Sales, Market Share, Customer Awareness, Customer Image, Customer Satisfied, Customer Loyality dan Stake Holder Value.

Persepsi produk dibenak konsumen dapat di lihat dari parameter Customer Image dan Customer Satisfied. Sedangkan aspek penerimaan pasar di lihat dari segi Sales, Market Share, Customer Awareness, Customer Loyality dan Stake Holder Value. Kebanyakan perusahaan lebih fokus pada aspek penerimaan pasar, padahal yang tak kalah pentingnya adalah aspek persepsi itu sendiri.

Selain harus mampu mempertahankan pelanggan yang sudah ada, sebuah produk juga harus mampu menarik pelanggan baru. Untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada, misalnya dengan membangun kemunitas diantara pelanggan. Contohnya: komunitas Yamaha Riders Community. Sehingga dengan adanya komunitas tersebut, diharapkan pelanggan dengan sendirinya menjadi pelaku yang mempromosikan produk tersebut secara tidak langsung kepada orang lain. Sedangkan untuk menarik pelanggan baru dapat dilakukan dengan cara meningkatkan brand awareness, memperjelas identitas merek dan memberikan keyakinan kepada calon pelanggan bahwa produk / layanan yang di berikan benar-benar unggul, bermutu dan memiliki nilai yang tinggi. Jika hal-hal tersebut dapat dilakukan dengan baik, maka diharapkan produk akan memiliki nilai kepercayaan yang tinggi di benak konsumen.

Perusahaan harus selalu memonitor perubahan pada pelanggan terkait dengan produk, sehingga dapat dilakukan beberapa inovasi yang kadang terlihat sepele, tetapi berpengaruh besar terhadap konsumen. Atau dengan kata lain, perusahaan harus tanggap terhadap perubahan kebutuhan konsumen, sehingga oleh konsumen akan dianggap ‘dekat’ yang mengerti dan peduli terhadap masalah yang dihadapi konsumen mengenai produk, ini akan meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap sebuah merek.

Yang perlu di ingat dalam strategi merek adalah jangan ikut-ikutan dengan apa yang dilakukan oleh kompetitor. Produk dan advertising harus tampil beda, keluar arus, karena hal ini akan membuat merek tersebut lebih mudah diingat, daripada tampil mirip atau sekedar mengikuti konsep produk dan strategi kompetitor.

Kreativitas adalah kata kunci dan menjadi faktor penting dalam upaya menjadikan produk atau merek superior dimata konsumen. Dan yang perlu diingat, antara persepsi merek dan kinerja produk harus berjalan bersama, jangan sampai ada kesenjangan diantara keduanya.

Ciri-ciri merek superior yaitu:

  • Produk inovatif, artinya produk yang selalu up-date dan diperbaharui, supaya kekuatannya dipasar tetap terpelihara.
  • Proses yang inovatif, yaitu kondisi internal perusahaan yang diperbaiki terus menerus, sehingga tercipta produk berkualitas dengan efisiensi yang tinggi.
  • Pemasaran yang inovatif, misalnya kombinasi antara product line dan analisis peluang pasar, identifikasi potensi pasar dan pemecahan potensi pasar kedalam bagian-bagian yang lebih kecil, misalnya berdasarkan demografi, geografi, psikografi dll, dan tentu saja perbaikan terus-menerus cara dan metode pelayanan.

Strategi yang tepat untuk pengembangan merek adalah harus konsisten memberikan perhatian yang penuh kepada setiap terjadi perubahan perilaku konsumen dan situasi di pasar. Juga harus mampu menciptakan personaliti untuk merek dan terus menerus memperbaiki kesan personalitas merek agar tidak ketinggalan zaman.

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar