Kecelakaan

Kalau ingin tahu betapa berharganya waktu satu tahun, tanyalah pada anak sekolah yang mengulang kelas.
Kalau ingin tahu betapa berharganya satu bulan, tanyalah pada seorang ibu yang melahirkan anaknya dalam keadaan premature.
Kalau ingin tahu betapa berharganya satu detik, tanyalah pada gue. Gue mungkin sudah ga bisa nulis tulisan di blog ini lagi dan ga bisa bercerita begini lagi kalau saja satu detik itu gue telat narik rem.
Iya, gue kecelakaan dan kali ini kecelakaan yang gue alami benar-benar parah. Kejadiannya pada hari kamis tanggal 20 maret 2008 kemaren, kira-kira pukul 14.00 waktu perjalanan pulang dari kampus setelah gue menghadiri acara wisudaan anggota BEM KM periode 2006/2007.
Perjalanan pulang dari darmaga bogor sampai sawangan depok sangatlah membosankan seperti biasa, dan kali ini jalan rame banget, mungkin karena hari libur. Dari bubulak sampai jalan parung ciputat keadaan jalan padat banget. Gue Cuma bisa jalan 60-70 km/jam. Dan setelah sampai pada jalan didepan hotel p’arunk yang emang biasanya sepi dan itu adalah jalan favorit gue. Kali ini pun keadaan sepi dan memaksa gue menarik gas supraX 125 CC sampai spedometer menunjuk antara 90-100km/jam. Sungguh hal yang membuat adrenalin gue memuncak, tapi tiba-tiba dari kejauhan ada dua motor yang mau menyeberang jalan dari arah berlawanan dan mau belok ke arah kiri(sudut pandang gue), satu motor dikendarai oleh bapak-bapak dan satu lagi vario yang dikendarai dua orang cewek. Sentak gue kaget dan langsung mencet klakson tanda gue mau lewat dulu, motor yang dikendarai bapak-bapak sudah berhenti ditengah tapi tiba-tiba motor yag dikendarai dua cewek tadi masih jalan dan hal yang tidak gue inginkan pun terjadi.
Motor gue masih dengan kecepatan 90km/jam langsung nabrak bagian depan motor vario dan vario jatuh, gue masih sempet ngendaliin motor, ngerem dan motor gue ngesot sampai kira-kira lima belas meter di tanah pinggir jalan dan gue juga harus menghindari tiga motor tukang ojek yang lagi mangkal, akhirnya tepat disebelah tukang ojek itu, gue udah ga bisa ngendaliin motor lagi dan jatuh. Pada detik saat gue nabrak itu, ga tahu kenapa dipikiran gue terlihat semua ingatan tentang kesalahan gue, tentang dosa-dosa gue, tentang semua kesalahan gue. Gue merasa diperingatkan oleh ALLAH, gue merasa hidup yang selama ini gue jalani ternyata sangatlah berharga dan gue kurang bersyukur atas semua itu, ini seperti titik balik dari kehidupan gue, detik yang menempatkan gue pada perbatasan antara hidup dan mati, detik dimana ALLAH menunjukkan rasa sayangnya kepada gue dengan komunikasi seperti itu,Satu detik itu benar-benar berharga.
Gue belum sempat bangun dari motor, tapi tubuh gue udah ditarik-tarik sama tukang ojek dan warga, gue diposisikan duduk, segera gue langsung nyari dua cewek tadi, gimana keadaannya? Tapi ternyata dua cewek tadi udah kabur ke dalem kampung, syukurlah berarti dua cewek tadi ga kenapa-napa.
Jaket yang gue kenakan kotor penuh tanah, tas gue entah kemana. Gue merasa ada pada batasan antara sadar dan tidak sadar. Gue istirahat sebentar,gue mencoba mengamati seluruh badan gue apa ada yang terluka, kaki gue agak sulit untuk jalan karena dua lutut gue berbenturan dengan motor sangan keras, bahu tangan kiri gue terasa nyeri karena waktu jatuh harus menyangga tubuh dan motor. Tapi alhamdulillah gue masih bisa jalan lagi.
Footstep kanan kiri dan rem bengkok, dek depan lepas, tapi setelah dibantu warga dan juga tukang ojek, akhirnya motor gue bisa jalan lagi, dan gue mengendarainya lagi sampai rumah. Kejadian yang bisa jadi menjadi biasa saja bagi seseorang, dan bisa jadi menjadi sesuatu yang membuat panik bagi orang lain. Kejadian yang bisa jadi menjadi biasa saja bagi seseorang, dan bisa jadi menjadi sesuatu yang emberikan pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang lain. Sesungguhnya pada setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya.

1 Komentar

  1. hahh, rauuuff.. kasian banget sih dikau.. kayaknya sering ya kecelakaan? hobi? hhe..

    iya, pasti ada hikmahnya.. hati-hatilah nak..

    atau ngekos aja lah, kejauhan bolak-balik begitu.. ^^


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar